Ada yang diam-diam
menyayat ketika ku dapati apa yang ada memang tak pernah lagi sama. Jika waktu
hanya bagian dari sekian kronologi yang harus dijalani, lalu mengapakah hati
dan rasa tak jua sadar diri! Dimana rasa malu tersimpan rapat, saat dia begitu keras
menghempas, namun tetap enggan berdiri menyeimbangkan posisi. Sudahkah tak lagi
punya malu???
Tersorot begitu sinis
dihadapan mereka. Tak juga menyadari secercah harga diri yang semakin tak punya
arti. Masih patutkah disebut wanita??
Ketika rasa hanya
menjadi andalan pelecehan perlakuan, ketika terus mengemis namun enggan
digubris! Masih belum merasa cukup sadarkah? Untuk tetap berjalan walau tak
lagi bersama dia.
Dia????
Dia siapa?
Dia yang terlalu arogan
untuk sedikit saja menoleh memberi belas. Dia yang telah lama menghempaskan
dirinya untuk lepas dan bebas!
Semacam itukah yang
dinantikan? Bersama segudang impian yang terencana dari hati. Yang membungkam
sejuta kesakitan,namun enggan tertawa melepaskan belegu yang makin terkoyak dan
tak berlogika. Tak muakkah pada diri sendiri yang begitu murah mempertontonkan
kelemahannya!!
Ternyata baru sekilas
ku sadari, akulah yang terlalu berharapan besar dan enggan berdamai dengan
keadaan ^_^
