1 maret 2015
Aku berharap semuanya memudar. Ambisiku untuk tetap dekat, dan khayalan serta mimpi untuk bersama. Sebab sudah sangat jelas. Kau, yang tak melihatku hingga hari ini, memang tak dituliskan untukku. Aku sudah terlalu lama membodohi diri, dan tak pernah belajar dari kekecewaan yang telah ku rasakan. Selama ini, aku hanya beranggapan bahwa dengan memiliki dan bersama dengannya merupakan hal yang akan membahagiakanku. Sejenak ku sadari, itu hanya anggapan!!! Aku yakin, aku pasti salah. Aku bukanlah tulang rusuk yang dia cari. Aku hanya sekedar figuran yang sempat hadir dan mengisi cerita dalam hidupnya, yang tak perlu lagi diingat! Harus cepat untuk dihapus, mungkin tak perlu dianggap ada, meski aku merasa hatiku nyata, perasaanku benar-benar tetap ada.
Sekelumit cerita yang singkat dan aku anggap indah ketika bersamanya adalah hal yang tak mungkin aku lupakan. Ya, sejak 17 Februari 2015, harusnya aku membuka otakku dan menyuruhnya berfikir keras bahwa aku tak pantas terus-terusan berharap pada titik yang telah terhapus sejak lama.
Hanya orang bodoh, yang menunggu di suatu tempat dan berharap ditolehi setiap dia berlalu lalang. Dan akulah orang bodoh itu.
Akulah pecundang yang diam-diam menunggu tanpa berani melangkah pergi bahkan berlari. Akulah pecundang yang terlalu lemah menyikapi rasa yang terlalu lama ku rasakan. Akulah pecundang yang memang semestinya belajar menerima kenyataan dan takdir yang telah dituliskan. Akulah pecundang yang mengurung mimpi dan harapan pada khayalan semu belaka. Akulah pecundang yang berusaha mengobati luka sendiri dengan kebohongan. YA...AKU PECUNDANG ITU........................
Dan kini, aku akan mencoba berlari, mungkin diawali dengan melangkah untuk kembali mengukir harapan pada hal yang jelas dan pasti tertuju padaku. Bukan sekedar mimpi yang aku buat sendiri.
UNTUK KAMU, .........................................
UNTUK KAMU, ..................................................
TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA.........................
MAAF SUDAH TERLALU LAMA AKU MENYIMPAN LUKA KARENA TAK DAPAT BERSAMA!!!
MUNGKIN AKU YANG BUTA, KARENA RASA YANG KU KIRA ABADI. AKU TAHU KAU PASTI TERBEBANI DENGAN AKU YANG MASIH BERHARAP MEMILIKI.............
MUNGKIN BENAR, AKU HARUS MENGUBUR SEMUA ITU PELAN-PELAN.
MUNGKIN JUGA BENAR INILAH SAATNYA AKU MEMBEBASKAN DIRI, DAN MENCARI KEBAHAGIAANKU SENDIRI. MUNGKIN KAU BENAR, BAHWA AKU BUKAN YANG KAU INGINKAN SELAMA INI. TERIMA KASIH BANYAK!!!
KU HARAP SECEPATNYA AKU LUPA SEMUA INI................................. ^_^
KAU TAK SALAH.
AKU YANG SALAH!!! AKU YANG BODOH!!!
AKU YANG AKAN MENGOBATI KEBODOHAN INI,,, SENDIRI!!!
SELAMAT TINGGAL................MASALALU KU..............
KAU TAK AKN TERLUPA,,DAN TAK AKAN KU COBA INGAT LEBIH LAMA.
Ketika lidah kelu untuk sekedar meluapkan kata maka biarkan PENA menari hingga TINTA mampu menyampaikan makna dari rangkaian AKSARA
Sabtu, 28 Februari 2015
Jumat, 13 Februari 2015
CATATAN DINI HARI 3:35 WIB Masih tentang kamu (apa yang tak dapat ku sampaikan)
Dulu aku pernah berjanji tak akan lagi menuliskan tentangmu. Sebab pilu terasa mengiris kalbuku tiap detik aku mengingatmu. Mengenangmu dalam diam, bukanlah hal mudah untuk ku lakukan. Aku terpuruk, merasa jatuh pada lubang kesalahan yang sama. Tentang mereka yang ku cintai, dan pergi meninggalkan ku begitu saja. Menghapusku seolah aku hanya seonggok nama tanpa makna yang berarti.
Didalam diam ini, aku ingin berteriak sekuat mungkin untuk melepas semua beban dan apa yang terpendam, tetapi lagi-lagi aku terbungkam dalam rasa yang gamang. Entah untuk apa aku bertahan dalam rasa yang tak pantas ada hingga hari ini.
Sejuta cara telah ku coba, dan ku merasa kau memang tak tertuju untukku. Banyak hal yang ingin aku ungkapkan kepadamu, tetapi aku tahu, takdir mengharuskan kakiku melangkah untuk menjauh.
AKU ..............................
Ingin melihatmu. Masih ingin melihatmu dalam kondisi apapun, tp ternyata hatiku tak bisa, jika harus melihatmu bersama yang lain.
Dan aku memilih pergi. Meski aku tahu, menjauh bukan berarti kamu terhapus begitu saja dari ingatanku.
Aku hanya mencoba menerima apa yang harusnya ku lepaskan, walaupun rasa ini tak jua lepas. Kadang aku tak punya kekuatan lagi untuk menatap kedua bola matamu, karena aku tahu disitu tidak ada aku, bukan aku. Dan tidak untuk aku. Mungkin terlalu mendramatisir tapi itu yang aku rasakan berkali-kali.
Dan ketika aku mendengar, bahkan tahu dan juga melihatmu dekat dengan mereka. Aku merasa dadaku sakit, tapi aku berusaha tenang didepan semuanya. Sampai pada suatu hari, aku memberanikan diriku untuk bertanya, meski aku tahu kamu mungkin akan marah dan mengataiki sok tahu. Aku tidak peduli. Kadang aku ingin mendengar dari mulutmu, bahwa kamu masih untukku dan tak menyimpan sedikit rasa apapun pada mereka. Walau pada kenyataannya semua itu mustahil. Kamu tidak menyukaiku!!! KAMU TIDAK PEDULI PADAKU. KAMU TIDAK MEMILIKI RASA APAPUN PADAKU! CAMKAN ITU BAIK2 DALAM INGATAN TERKUATKU, Namun kadang melemah karena aku masih berusaha mengingatmu sebagai khayalan yang diciptakan untukku.
Mulai detik dimana aku tak akn lagi melihatmu, disitulah aku berharap semua harapan dan mimpiku terkubur dalam-dalam. Secepatnya! ku mohon YA ALLAH.
Sampai pada akhirnya aku lupa.... dan aku akan menghilang daRI SEMUA INI.
Didalam diam ini, aku ingin berteriak sekuat mungkin untuk melepas semua beban dan apa yang terpendam, tetapi lagi-lagi aku terbungkam dalam rasa yang gamang. Entah untuk apa aku bertahan dalam rasa yang tak pantas ada hingga hari ini.
Sejuta cara telah ku coba, dan ku merasa kau memang tak tertuju untukku. Banyak hal yang ingin aku ungkapkan kepadamu, tetapi aku tahu, takdir mengharuskan kakiku melangkah untuk menjauh.
AKU ..............................
Ingin melihatmu. Masih ingin melihatmu dalam kondisi apapun, tp ternyata hatiku tak bisa, jika harus melihatmu bersama yang lain.
Dan aku memilih pergi. Meski aku tahu, menjauh bukan berarti kamu terhapus begitu saja dari ingatanku.
Aku hanya mencoba menerima apa yang harusnya ku lepaskan, walaupun rasa ini tak jua lepas. Kadang aku tak punya kekuatan lagi untuk menatap kedua bola matamu, karena aku tahu disitu tidak ada aku, bukan aku. Dan tidak untuk aku. Mungkin terlalu mendramatisir tapi itu yang aku rasakan berkali-kali.
Dan ketika aku mendengar, bahkan tahu dan juga melihatmu dekat dengan mereka. Aku merasa dadaku sakit, tapi aku berusaha tenang didepan semuanya. Sampai pada suatu hari, aku memberanikan diriku untuk bertanya, meski aku tahu kamu mungkin akan marah dan mengataiki sok tahu. Aku tidak peduli. Kadang aku ingin mendengar dari mulutmu, bahwa kamu masih untukku dan tak menyimpan sedikit rasa apapun pada mereka. Walau pada kenyataannya semua itu mustahil. Kamu tidak menyukaiku!!! KAMU TIDAK PEDULI PADAKU. KAMU TIDAK MEMILIKI RASA APAPUN PADAKU! CAMKAN ITU BAIK2 DALAM INGATAN TERKUATKU, Namun kadang melemah karena aku masih berusaha mengingatmu sebagai khayalan yang diciptakan untukku.
Mulai detik dimana aku tak akn lagi melihatmu, disitulah aku berharap semua harapan dan mimpiku terkubur dalam-dalam. Secepatnya! ku mohon YA ALLAH.
Sampai pada akhirnya aku lupa.... dan aku akan menghilang daRI SEMUA INI.
Jumat, 06 Februari 2015
Sore tadi...............
Sampai kapan aku mengintaimu diam-diam...
Seolah aku mengikat hati sendiri pada masalalu...
Aku benci menuliskan tentang kerapuhan ini.
Hingga aku merasa kawan tak jua akan dapat menghilangkan beban didalamnya.
Terlalu sakit melihatmu dejat dengan banyak wanita, yang mungkin kau sukai salah satunya, atau salah duanya atau mungkin semuanya!!!
Aku benci menahan degup setiap kali tanpa sengaja melihat list namamu ON.
Aku juga benci mengetahui kamu begitu mudah menyapa mereka dengan tawa..
Sesuatu yang tak pernah aku bisa nikmati lagi darimu.
Semudah inikah aku terlupakan................................................................................................................................................................................................................................................
Seolah aku mengikat hati sendiri pada masalalu...
Aku benci menuliskan tentang kerapuhan ini.
Hingga aku merasa kawan tak jua akan dapat menghilangkan beban didalamnya.
Terlalu sakit melihatmu dejat dengan banyak wanita, yang mungkin kau sukai salah satunya, atau salah duanya atau mungkin semuanya!!!
Aku benci menahan degup setiap kali tanpa sengaja melihat list namamu ON.
Aku juga benci mengetahui kamu begitu mudah menyapa mereka dengan tawa..
Sesuatu yang tak pernah aku bisa nikmati lagi darimu.
Semudah inikah aku terlupakan................................................................................................................................................................................................................................................
Senin, 02 Februari 2015
Remember...........(2015.02.03)
Aku menulis ini, tepat pada 13 menit terakhir menuju 3 februari 2015.
Hari yang membuat sisa kehidupanku terkurangi dengan angka satu.
Harapan akan kedewasaan yang terus berkumandang dalam hati, menginjak
semakin tuanya usia. Tanpa terasa 22 tahun aku membuka mata dan hidup di
alam yang bernama dunia.
Banyak hal yang membuat ku terjaga dari lelap tidur yang ku coba nyenyakkan. Tepat 23.47 WIB, aku merasa ingin menuangkan sesuatu yang sulit untuk ku jabarkan melalui lisan ini. Semua masih tentang kamu. Sosok yang terlalu abu-abu untuk dapat aku ceritakan pada duniaku. Makhluk ALLAH, yang kadang ku selipkan dalam beberapa cerita singkat pada keluargaku. Meski aku tahu, kamu tak mungkin mengingatku lagi.
Sedikit kecewa ketika aku tersadar ditengah kesibukanku menulis satu-persatu huruf dengan menekan keyboard, bahwa kamu hanyalah berwujud bayang-bayang. Kenangan, cerita silam dan lebih tepatnya masalalu.
3 tahun silam, aku merasa hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Kamu datang dengan sekotak besar barang yang membuatku sangat senang. Namun diam-diam ku sembunyikan kegembiaraan itu dalam diam. Kamu tahu, aku ceritakan pada mama tentang hadiah yang kamu berikan. Bukan karena barangnya apa, tapi karena kamu adalah orang yang pertama kali membuatku merasa berharga. Aku merasa spesial waktu itu, hingga aku lupa. Kebahagian sepaket dengan kesedihan. Aku menjadi seseorang yang teramat takut kehilangan. Aku takut kamu berpaling dan meninggalkanku. Dan ternyata itu memang terjadi. Kamu pergi dan aku tak sempat membersihkan puing-puing kenangan itu dengan segera.
Sampai pada akhirnya aku merasa terus tertatih, mungkin sampai hari ini. Entah sampai kapan, aku juga tak pernah tahu kapan rasa itu bisa memudar.
Kini aku pandai berdusta! Aku pandai bersandiwara, berpura-pura baik-baik saja, ketika melihat dan mendengar kamu dekat dengan banyak wanita. Mungkin mereka yang terbaik, itu anggapanku. Aku juga tidak pernah tahu, wanita mana yang benar-banar berhasil menduduki tahta hatimu, karena kamu tak pernah mau berkata jujur tentang itu. Kamu selalu bilang tak memiliki rasa apapun, aku tahu kamu berbohong. Meski tatapan matamu terasa sangat ringan ketika berucap, tapi aku selalu yakin hatimu tak pernah senada.
Perlahan aku merasa bahwa ALLAH punya rencana yang indah dibalik semua ini.
BARAKALLAH, 03022015.... AMIN YA ALLAH .......................................!!!
Untuk ALLAH jiwa dan raga sesungguhNYA, hati hanyalah milik ALLAH.
Terbukti manusia manapun tak dapat mendengar isi dari hati manusia lain. Hanya ALLAH yang maha tahu isi hati seseorang.
^_^
ttd Lusi Dwi Wahyuni .....................!!!
Banyak hal yang membuat ku terjaga dari lelap tidur yang ku coba nyenyakkan. Tepat 23.47 WIB, aku merasa ingin menuangkan sesuatu yang sulit untuk ku jabarkan melalui lisan ini. Semua masih tentang kamu. Sosok yang terlalu abu-abu untuk dapat aku ceritakan pada duniaku. Makhluk ALLAH, yang kadang ku selipkan dalam beberapa cerita singkat pada keluargaku. Meski aku tahu, kamu tak mungkin mengingatku lagi.
Sedikit kecewa ketika aku tersadar ditengah kesibukanku menulis satu-persatu huruf dengan menekan keyboard, bahwa kamu hanyalah berwujud bayang-bayang. Kenangan, cerita silam dan lebih tepatnya masalalu.
3 tahun silam, aku merasa hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Kamu datang dengan sekotak besar barang yang membuatku sangat senang. Namun diam-diam ku sembunyikan kegembiaraan itu dalam diam. Kamu tahu, aku ceritakan pada mama tentang hadiah yang kamu berikan. Bukan karena barangnya apa, tapi karena kamu adalah orang yang pertama kali membuatku merasa berharga. Aku merasa spesial waktu itu, hingga aku lupa. Kebahagian sepaket dengan kesedihan. Aku menjadi seseorang yang teramat takut kehilangan. Aku takut kamu berpaling dan meninggalkanku. Dan ternyata itu memang terjadi. Kamu pergi dan aku tak sempat membersihkan puing-puing kenangan itu dengan segera.
Sampai pada akhirnya aku merasa terus tertatih, mungkin sampai hari ini. Entah sampai kapan, aku juga tak pernah tahu kapan rasa itu bisa memudar.
Kini aku pandai berdusta! Aku pandai bersandiwara, berpura-pura baik-baik saja, ketika melihat dan mendengar kamu dekat dengan banyak wanita. Mungkin mereka yang terbaik, itu anggapanku. Aku juga tidak pernah tahu, wanita mana yang benar-banar berhasil menduduki tahta hatimu, karena kamu tak pernah mau berkata jujur tentang itu. Kamu selalu bilang tak memiliki rasa apapun, aku tahu kamu berbohong. Meski tatapan matamu terasa sangat ringan ketika berucap, tapi aku selalu yakin hatimu tak pernah senada.
Perlahan aku merasa bahwa ALLAH punya rencana yang indah dibalik semua ini.
BARAKALLAH, 03022015.... AMIN YA ALLAH .......................................!!!
Untuk ALLAH jiwa dan raga sesungguhNYA, hati hanyalah milik ALLAH.
Terbukti manusia manapun tak dapat mendengar isi dari hati manusia lain. Hanya ALLAH yang maha tahu isi hati seseorang.
^_^
ttd Lusi Dwi Wahyuni .....................!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
