Powered By Blogger

Rabu, 01 Januari 2014

Kita Yang Sekarang



Ada yang diam-diam menyayat ketika ku dapati apa yang ada memang tak pernah lagi sama. Jika waktu hanya bagian dari sekian kronologi yang harus dijalani, lalu mengapakah hati dan rasa tak jua sadar diri! Dimana rasa malu tersimpan rapat, saat dia begitu keras menghempas, namun tetap enggan berdiri menyeimbangkan posisi. Sudahkah tak lagi punya malu???
Tersorot begitu sinis dihadapan mereka. Tak juga menyadari secercah harga diri yang semakin tak punya arti. Masih patutkah disebut wanita??
Ketika rasa hanya menjadi andalan pelecehan perlakuan, ketika terus mengemis namun enggan digubris! Masih belum merasa cukup sadarkah? Untuk tetap berjalan walau tak lagi bersama dia.
Dia????
Dia siapa?
Dia yang terlalu arogan untuk sedikit saja menoleh memberi belas. Dia yang telah lama menghempaskan dirinya untuk lepas dan bebas!
Semacam itukah yang dinantikan? Bersama segudang impian yang terencana dari hati. Yang membungkam sejuta kesakitan,namun enggan tertawa melepaskan belegu yang makin terkoyak dan tak berlogika. Tak muakkah pada diri sendiri yang begitu murah mempertontonkan kelemahannya!!
Ternyata baru sekilas ku sadari, akulah yang terlalu berharapan besar dan enggan berdamai dengan keadaan ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar