Aku menulis ini ketika jutaan kata sudah tak mampu mengungkapkan luapan rasaku. Ketika airmata terasa mengering setelah semalaman ku kuras habis hanya untuk menangisi kamu.
Ya....kamu!
Kamu yang mengatakan tak lagi memperdulikan aku. Kamu yang dengan lantang berikrar tak lagi punya rasa untukku.
Aku sakit! Untuk suatu perbuatan yang sama sekali tak kamu hiraukan.
Aku kecewa! Dengan setiap ungkapan yang terasa miris untuk ku terima.
Tuhan, apa tidak boleh aku berharap, untuk ENGKAU hapuskan rasa ini.
Aku sudah terlalu lelah seperi ini. Aku lelah bermain-main dengan harapan kosong, yang jelas ku tahu tak akan seindah apa yang aku inginkan.
aku jelas tahu, kamu menertawai kebodohanku.
tapi seandainya kamu merasa diposisi ini, dapatkah kamu berlari ketika hatimu terasa tak mampu menepis dan membohongi diri sendiri.
ya ALLAH ...
ya TUHANKU...
salahkah jika aku berharap bahagiaku nanti lebih lama dari sedihku hari ini.
biarlah ku alami pahit ini, dan ku hanya dapat menjalaninya karena memang kewajibanku adalah belajar menerima semua dengan keikhlasan. keikhlasan yang masih teramat sulit ku terapkan. kesabaran dan ketegaran yang acap kali hilang lenyap pelan-pelan. dan semangatku yang meredup diam-diam, dalam kekecewaan yang terasa begitu pedih di dada. namun tak berdarah, walau begitu memedihkan.
semoga esok aku bisa pelan-pelan membangun harapan baik bagi masa depanku yang lebih baik. masalaluku memang kelam, dan ku berharap masa depanku jauh lebih indah...
terima kasih YA ALLAH.
ridoilah jalanku ini.
BISMILLAH ^_^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar