Aku mencari sesuatu
dalam belas yang tak pernah teraba batin terdalammu, seperti ingin berlari
namun berdiri saja aku tak mampu. Mungkin hanya orang bodoh yang mau jatuh
dalam lubang yang sama. Dan kenapa aku kembali merasakan hal ini???????????
Apakah aku memang
sangat bodoh.......
Ataukah memang aku amat
sangat bodoh.....
Teramat bodoh,, sangat
bodoh,,atau bahkan terlalu bodoh!!!
Membuka hati yang
pernah tercabik mungkin keputusan terkonyol yang aku pilih, mana mungkin aku
begitu mengasihi seseorang yang nyatanya membenciku....
Lalu alasan apalagi
yang akan membuatkan tetap berdiri kokoh pada harapan yang nyaris hanya akan
berakhir semu!
Ada getaran pilu yang
seketika menghantam keras hatiku, ketika kamu mengatakan “aku benci kamu” .......................................................................
Betapa konyolnya
serpihan hati yang ku tata hampir genap 2 tahun, namun aku habiskan bersama
orang yang membenciku..........
Lalu aku harus berdiri
segagah apa didepanmu, ketika hatiku terasa remuk perlahan dengan lontaran
kalimatmu..............................................................
Lalu aku harus
tersenyum semanis apa didepanmu, ketika tajam kalimatmu mengikis perlahan
tatanan
rasaku..................................................................
Kini apalagi yang ku tunggu,
untuk di depak dengan rendahnya
dihadapanmu.
^_^ mav jika hadirku
hanya meresahkan kehidupanmu,,,ketahuilah,,,,kamu satu-satunya warna dalam
hidupkuuuuu....
Meski terkadang aku
harus bersimbah airmata, ketahuilah sesungguhnya kamulah yang mampu membuatku
tertawa....................................................
Aku tak berharap kamu
memeluk dan merangkul tubuhku...............
Aku tak berharap kamu
mempersilahkan bahumu sebagai sandaranku........
Aku tak berharap kamu mengusap butiran bening yang
mengalir dipipiku....
Jika kini BENCI telah
mengisi sebagian besar dari rasamu yang ada untukku, maka biarkan aku tetap
disini dengan rasa yang tak jua enggan pudar,
Biarkan aku menikmati
rasa yang pertama kali membuatku jatuh hati padamu hingga hari
ini....................................................................................................
Biarkan rasaku tetap
hidup meski rasamu telah mati.....................................
Aku
yang mencoba tak pernah luka...........................................
Dengan
ucapanmu.......................................
Dengan
sikapmu..........................................
17 Juni 2013
Lusi dwi wahyuni

Tidak ada komentar:
Posting Komentar