HATI VS LOGIKA
Lewat teriakan
lantangnya logika berbicara
Memaki perasaan yang ada
Menanamkan benih
kebencian
Membuahkan keegoisan. .
. . . .
Lewat bisikan
lirihnya hati bersuara
Mencairkan rasa
yang terselubung emosi
Meredam gejolak
ambisi hasutan logika
Meluluhkan
segala keegoisan diri...
Hanyut dalam pertarungan
logika dan hati
Mana yang seharusnya ku
ikuti?
Logika yang yang
senantiasa membenci
Atau hati yang selalu
ikhlas memberi…….
BY:
Lusi Dwi Wahyuni XII-IA-4
SILENT PLEASE!
Sejenak terdiam
hanyut dalam pikiran,
Satu persatu ku urai ribuan kecamuk perasaan,
Yang kini menyatu menjadi butir kehampaan,
Tiba-tiba terlintas sosok itu,
Sosok yang begitu ku kasihi,
Ah,,,bulsit benci ku urai tentang dirimu,
Terlalu banyak goresan luka tersayat,
Begitu rapi kau ukir dihati,
Hingga nyaris membuatku mati rasa!
Aku Benci. . . . . .
Saat kau tak lagi hargai hati,
Aku kecewa. . . . .
Ketika kau kembali
menggoreskan luka,
Huft, perih. . . . .
Saat mau tak mau realita
harus ku terima,
Sadarkah kamu rasa itu berevolusi,
Membawa ku larut dalam
kemunafikan,
Kini nyaris ku benci sosok itu!
Mengapa
seolah-olah aku yang salah,
Saat rasaku
sendiri terabaikan,
Ketika ku paksa
hati pendam keegoisan,
Mereka bilang
cinta tak harus memiliki?
Kau bilang ini
takdir kita?
Ah.....tutup
mulut kalian!
Muak ku dengar
karena kalian tak rasa,
Hentikan ocehan
yang menyuruhku bersabar!
Cukup dan jangan
keluarkan omong kosong kalian. . .
Aku manusia biasa,
Bukan nabi juga
malaikat,
Mampu tertawa juga
terluka,
Ku punya rasa ingin
dibalas,
Ku punya hati ingin
disambut,
Ku punya nafsu ingin dilihat,
Ku punya rasa bisa sakit,
Ku punya hati bisa
menangis,
Ku punya nafsu bisa
berontak. . .
Hah, sudahlah. .
. .Lupakan saja!
Apa yang ku urai
hari ini,
Lanjutkan kisahmu
dengannya,
Namun ku ingatkan
hukum karma jangan kau abaikan,
Walau pelan ku
yakin kan datang,
Agar kau tahu
rasaku ini,
Ukiran sakit yang
juga harus kau nikmati,
Selamat tinggal
penjahat kelamin,
Terima kasih
untuk kolaborasi rasa yang kau hadirkan!
BY:
Lusi Dwi Wahyuni XII-IA-4
”Nyatanya Kau PK”
Mulanya kau
datang bagai seorang pahlawan,
Membawaku berlari
dari luka yang menyakitkan,
Dengan semboyan
janji yang kau ikrarkan,
Kau tepis semua
keraguan!
Lambat laun kau
bermetafase,
Menjadi penjilat
sumpahmu sendiri,
Hingga kini
begitu nampak dalam dirimu,
Kau bagai titisan
Dajjal!
Terlalu singkat kau deskripsikan kisah barumu,
Terlalu lancang kau hakimi aku dengan ribuan
celamu,
Kau abaikan hukum karma,
Sedang kau lupa sebuah hati terluka!
Terlalu naif kau berkata akan menjaga kesuciannya,
Jelas-jelas separuh kehormatanku tlah kau cicipi,
Dengan sombong kau pamer kebahagiaan,
Kau vonis murah harga diriku!
Ku kira kau malaikat,
Namun nyatanya kau penjilat,
Kini ku sadari kau jelmaan iblis,
Sesosok penjahat kelamin yang berlaga mistis!
Arrghh. . . yang harus kau tau,
Bagiku kau tlah mati,
Ya. . . yang ku tahu kau tlah mati!
Serta luka ini akan ku kubur dan obati sendiri. . .
Silahkan tertawa,
Karena hari ini kau menang,
Ku ucapkan terima kasih,
Untuk kolaborasi rasa yang
kau hadirkan!
Di ujung batas perpisahan,
Logika berbisik kobarkan
dendam,
Selamat tinggal Penjahat
kelamin,
Semoga tak bertemu di masa
depan!
BY: Lusi Dwi Wahyuni XII-IA-4
Akhir Kisah Putih Abu-abu
Haru tak tertahan kala mengingatnya,
Namun hari itu pasti akan tiba,
Waktu enggan mengalah untuk mengulurnya,
Aku memilih pasrah untuk menyambutnya. . .
Sejenak hanyut dalam
pusaran arus ingatan,
Ku reka ulang ribuan cerita
yang tersimpan,
Sekilas muncul sesosok
bayangan yang ku coba musnahkan,
Kisah putih abu-abu yang tak
mungkin terlupakan. . .
Kadang menatapmu dari jauh saja aku bahagia,
Meski tak harus dekat menjadi pemilik hatimu,
Bahkan Sejak kau pilih pelabuhan hati baru,
Aku mundur tertatih menahan realita!
Pancaran sinar keteduhan
dimatamu,
Meredup tak mampu memantul
pada mataku,
Titik fokus sinar itu
tertuju untuknya,
Ya . . . . aku tahu tentu
untuk dia!
Entah harus sedih atau senang,
Untuk menyambut hari itu datang,
Mungkin senang sebab ini awal melangkah kedepon,
Namun juga sedih karena akan kehilangan teman, guru, juga kamu!!
BY:
Lusi Dwi .W. (XII-IA-4)

kunjungi blog saya yang baru, untuk mengenal dunia bahasa... hehehehe riskiameliaelisa.blogspot.com >numpang promo.
BalasHapus